Beranda / Artikel / Kesehatan Gigi
🦷 Kesehatan Gigi 26 October 2026 • 3 Menit Baca

Gusi Bengkak dan Bernanah? Kenali Abses Gigi, Penyebab, dan Penanganannya

Gusi Bengkak dan Bernanah? Kenali Abses Gigi, Penyebab, dan Penanganannya

Gusi Bengkak dan Bernanah? Kenali Abses Gigi, Penyebab, dan Penanganannya

Gusi bengkak dan bernanah bukanlah masalah kesehatan gigi yang sebaiknya diabaikan. Kondisi ini dapat menjadi tanda abses gigi, yaitu penumpukan nanah akibat infeksi bakteri pada gigi atau jaringan di sekitarnya. Abses dapat menimbulkan rasa sakit berdenyut, pembengkakan, bau mulut, hingga kesulitan mengunyah.

Sebagian orang memilih menunda pemeriksaan karena berharap pembengkakan akan hilang dengan sendirinya. Ada pula yang mencoba mengeluarkan nanah secara mandiri untuk mengurangi rasa sakit. Padahal, tindakan tersebut tidak mengatasi sumber infeksi dan dapat menunda penanganan yang diperlukan.

Abses gigi membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dokter gigi sesegera mungkin karena infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya. Lalu, apa penyebab abses gigi, bagaimana mengenali gejalanya, dan apa saja pilihan pengobatannya? Berikut penjelasan lengkap yang perlu Anda ketahui.

nhs.uk

+1


Apa Itu Abses Gigi?

Abses gigi adalah kumpulan nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri. Nanah tersebut terdiri atas sel darah putih, bakteri, jaringan yang rusak, dan cairan akibat proses peradangan.

Infeksi dapat terjadi di bagian ujung akar gigi maupun di jaringan gusi. Berdasarkan lokasi terbentuknya, abses gigi secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis berikut.

1. Abses periapikal

Abses periapikal terbentuk di sekitar ujung akar gigi. Kondisi ini sering berkaitan dengan gigi berlubang yang tidak ditangani, sehingga bakteri masuk ke bagian dalam gigi dan menyebabkan infeksi pada pulpa.

Pulpa merupakan jaringan lunak di dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Ketika jaringan ini mengalami kerusakan berat atau infeksi, bakteri dapat menyebar melalui saluran akar hingga ke jaringan di sekitar ujung akar.

2. Abses periodontal

Abses periodontal terjadi pada jaringan penyangga gigi, termasuk area gusi di sekitar akar. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penyakit periodontal atau infeksi pada jaringan di sekitar gigi.

Keduanya dapat menyebabkan pembengkakan, rasa sakit, dan keluarnya nanah. Namun, penyebab serta penanganannya bisa berbeda, sehingga pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk menentukan jenis abses yang dialami pasien.

Mayo Clinic

+1


Apa Penyebab Gusi Bengkak dan Bernanah?

Abses gigi umumnya terjadi ketika bakteri menginfeksi jaringan gigi atau jaringan pendukungnya. Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

1. Gigi berlubang yang tidak segera dirawat

Gigi berlubang merupakan salah satu penyebab utama abses periapikal. Ketika kerusakan gigi semakin dalam, bakteri dapat mencapai pulpa dan menimbulkan peradangan atau infeksi.

Jika kondisi ini tidak ditangani, infeksi dapat berkembang hingga mencapai jaringan di sekitar akar gigi dan membentuk abses.

2. Infeksi pada saluran akar

Gigi yang mengalami kerusakan pulpa akibat karies atau trauma dapat mengalami infeksi di dalam saluran akar. Apabila bakteri menyebar ke jaringan di sekitar ujung akar, abses periapikal dapat terbentuk.

Pada kasus tertentu, dokter gigi dapat mempertimbangkan Perawatan Saluran Akar (PSA) untuk membersihkan sumber infeksi sekaligus mempertahankan gigi, apabila kondisi gigi masih memungkinkan.

3. Penyakit gusi dan jaringan penyangga gigi

Penumpukan plak dan penyakit periodontal dapat merusak jaringan yang menyangga gigi. Dalam kondisi tertentu, infeksi pada jaringan tersebut dapat berkembang menjadi abses periodontal.

Karena itu, kesehatan gusi perlu dijaga melalui kebersihan mulut yang baik dan pemeriksaan gigi secara berkala.

4. Gigi retak, patah, atau mengalami trauma

Retakan atau kerusakan pada gigi dapat membuka jalan bagi bakteri untuk memasuki jaringan bagian dalam gigi. Risiko ini bergantung pada kedalaman dan lokasi kerusakan.

Gigi yang mengalami trauma juga perlu diperiksa, terutama jika disertai perubahan warna, nyeri, atau pembengkakan.

Mayo Clinic

+1


Apa Saja Gejala Abses Gigi yang Perlu Diwaspadai?

Gejala abses gigi dapat berbeda pada setiap orang. Ada pasien yang mengalami nyeri hebat, sedangkan sebagian lainnya baru menyadari masalah ketika gusi membengkak atau muncul cairan bernanah.

Berikut sejumlah tanda yang perlu diperhatikan.

1. Gusi membengkak dan kemerahan

Area gusi di sekitar gigi yang terinfeksi dapat terlihat merah, membesar, terasa sensitif, atau sakit ketika disentuh.

2. Muncul benjolan berisi nanah

Abses terkadang tampak seperti benjolan kecil pada gusi. Benjolan dapat mengeluarkan cairan dengan rasa atau bau yang tidak sedap.

3. Sakit gigi berdenyut

Rasa sakit dapat berlangsung terus-menerus atau menyebar ke rahang, telinga, dan area wajah di sisi gigi yang terinfeksi.

4. Nyeri saat mengunyah

Tekanan ketika menggigit atau mengunyah dapat menimbulkan rasa sakit pada gigi atau jaringan di sekitarnya.

5. Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut

Infeksi dan keluarnya cairan dari abses dapat menimbulkan bau mulut atau rasa tidak sedap.

6. Demam dan pembengkakan wajah

Jika infeksi berkembang atau menyebar, pasien dapat mengalami demam, pembengkakan pipi atau rahang, serta merasa tidak sehat.

Penting untuk diketahui bahwa berkurangnya rasa sakit setelah nanah keluar tidak selalu berarti infeksi sudah sembuh. Sumber infeksi masih dapat bertahan dan tetap memerlukan penanganan dokter gigi.

nhs.uk

+2


Apa Bahayanya Jika Abses Gigi Dibiarkan?

Abses gigi bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan. Jika tidak ditangani, infeksi dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi.

1. Infeksi semakin meluas

Bakteri dapat menyebar dari sumber infeksi menuju jaringan di sekitar gigi. Akibatnya, pembengkakan dan rasa sakit dapat semakin berat.

2. Kerusakan jaringan dan tulang penyangga gigi

Infeksi yang berlangsung dapat merusak jaringan di sekitar akar gigi. Jika kerusakan semakin parah, peluang untuk mempertahankan gigi dapat berkurang.

3. Gigi berisiko harus dicabut

Apabila kerusakan gigi terlalu luas atau struktur gigi tidak lagi memungkinkan untuk dipertahankan, pencabutan mungkin diperlukan. Namun, tidak semua gigi yang mengalami abses harus dicabut. Dokter gigi akan mengevaluasi kondisi gigi dan menentukan apakah perawatan seperti PSA masih memungkinkan.

4. Infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain

Pada kasus yang berat, infeksi gigi dapat menyebar ke jaringan wajah, leher, atau bagian tubuh lainnya. Komplikasi serius dapat terjadi apabila infeksi tidak segera ditangani.

Segera cari pertolongan medis darurat jika pembengkakan di mulut atau leher menyebabkan kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara, atau jika pembengkakan disertai gangguan penglihatan. Jangan menunggu jadwal konsultasi rutin apabila tanda bahaya tersebut muncul.

nhs.uk

+2


Bagaimana Cara Mengobati Abses Gigi?

Penanganan abses gigi bertujuan mengendalikan infeksi, mengeluarkan nanah jika diperlukan, dan mengatasi sumber masalahnya. Jenis tindakan bergantung pada lokasi abses, kondisi gigi, serta tingkat keparahan infeksi.

1. Pemeriksaan oleh dokter gigi

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi, gusi, dan jaringan di sekitarnya. Pemeriksaan dapat dilengkapi dengan foto rontgen untuk mengetahui lokasi infeksi dan menilai kondisi akar serta jaringan pendukung gigi.

Hasil pemeriksaan membantu menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

2. Drainase atau pengeluaran nanah

Jika terdapat kumpulan nanah, dokter gigi dapat melakukan drainase untuk mengeluarkannya. Prosedur ini dilakukan secara terkontrol menggunakan teknik yang sesuai dengan kondisi pasien.

Drainase membantu mengurangi penumpukan nanah, tetapi sumber infeksi tetap harus ditangani agar masalah tidak berulang.

3. Perawatan Saluran Akar (PSA)

Jika abses berasal dari infeksi di dalam gigi dan struktur gigi masih dapat dipertahankan, dokter dapat mempertimbangkan PSA.

Prosedur ini bertujuan membersihkan jaringan pulpa yang terinfeksi, mendisinfeksi saluran akar, lalu mengisinya dan menutup gigi. Setelah itu, gigi mungkin memerlukan tambalan atau mahkota untuk mengembalikan fungsi dan melindungi struktur yang tersisa.

4. Pencabutan gigi

Jika gigi mengalami kerusakan yang terlalu parah atau tidak memungkinkan untuk dipertahankan, pencabutan dapat menjadi pilihan. Keputusan ini dibuat setelah dokter mengevaluasi kondisi gigi dan mempertimbangkan alternatif yang tersedia.

5. Penggunaan antibiotik jika diperlukan

Antibiotik tidak selalu dibutuhkan untuk setiap kasus abses gigi. Penanganan langsung terhadap sumber infeksi merupakan bagian utama terapi, sedangkan antibiotik dapat dipertimbangkan dokter jika terdapat indikasi tertentu, seperti tanda infeksi sistemik atau penyebaran infeksi.

Jangan menggunakan antibiotik sisa, membeli antibiotik tanpa resep, atau menghentikan obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

nhs.uk

+3


Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah Sambil Menunggu Pemeriksaan?

Jika Anda mengalami gusi bengkak atau menduga terdapat abses gigi, pemeriksaan dokter gigi tetap menjadi prioritas. Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kenyamanan sementara menunggu perawatan.

  1. Konsumsi makanan lunak dan hindari mengunyah menggunakan sisi gigi yang sakit.
  2. Hindari makanan atau minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin jika memicu rasa nyeri.
  3. Tetap bersihkan gigi secara hati-hati menggunakan sikat gigi berbulu lembut.
  4. Jika membutuhkan obat pereda nyeri, konsultasikan pilihan yang sesuai dengan dokter atau apoteker dan ikuti petunjuk penggunaan.
  5. Segera cari pertolongan apabila pembengkakan bertambah parah atau muncul demam dan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Jangan memencet, menusuk, atau mencoba mengeluarkan nanah sendiri. Tindakan tersebut tidak menyelesaikan sumber infeksi dan berisiko menyebabkan cedera. Hindari pula menempelkan aspirin atau bahan kimia langsung pada gusi karena dapat melukai jaringan mulut.

Langkah-langkah di rumah hanya membantu mengurangi ketidaknyamanan sementara, bukan menggantikan perawatan untuk mengatasi abses.

nhs.uk

+2


Bagaimana Cara Mencegah Abses Gigi?

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah sepenuhnya, menjaga kesehatan gigi dan gusi dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Berikut kebiasaan yang dapat diterapkan sehari-hari.

1. Sikat gigi dua kali sehari. Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu mencegah karies dan menjaga kesehatan gigi.

2. Bersihkan sela gigi setiap hari. Gunakan dental floss atau sikat interdental sesuai kebutuhan untuk membantu menghilangkan plak di area yang sulit dijangkau sikat gigi.

3. Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Frekuensi konsumsi gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.

4. Lakukan pemeriksaan gigi berkala. Dokter gigi dapat menemukan karies, masalah gusi, atau kondisi lain sebelum berkembang menjadi lebih berat.

5. Jangan menunda perawatan gigi berlubang. Lubang yang belum menimbulkan rasa sakit tetap dapat mengalami perkembangan. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini membantu mengurangi risiko komplikasi.

Kebiasaan tersebut sejalan dengan rekomendasi pencegahan abses gigi dari layanan kesehatan NHS.

nhs.uk

+1


Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Jangan menunggu sampai rasa sakit tidak tertahankan untuk memeriksakan gigi. Segera hubungi dokter gigi jika Anda mengalami gusi bengkak dan bernanah, sakit gigi berdenyut, nyeri saat mengunyah, atau pembengkakan di sekitar rahang.

Jika terdapat dugaan abses, pemeriksaan perlu dilakukan sesegera mungkin karena abses tidak dapat diandalkan untuk sembuh sendiri. Apabila pembengkakan wajah disertai demam, cari penanganan medis segera. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau menelan, segera pergi ke unit gawat darurat.

Bagi Anda yang berada di Surabaya dan mengalami keluhan tersebut, konsultasikan kondisi gigi dengan dokter gigi di Dentalife Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi perawatan yang sesuai.

Ingat, gusi bengkak dan bernanah bukan sekadar masalah penampilan. Mengenali gejalanya lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta meningkatkan peluang mempertahankan gigi yang masih dapat diselamatkan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Abses Gigi

1. Apakah abses gigi bisa sembuh sendiri?

Abses gigi tidak dapat diandalkan untuk sembuh sendiri. Walaupun nanah keluar dan rasa sakit berkurang, sumber infeksi mungkin masih ada. Pemeriksaan dan penanganan dokter gigi tetap diperlukan.

nhs.uk

+1


2. Apakah gusi bernanah selalu disebabkan oleh gigi berlubang?

Tidak. Gusi bernanah dapat berkaitan dengan abses periapikal akibat infeksi di dalam gigi atau abses periodontal yang melibatkan jaringan penyangga gigi. Penyebab pastinya perlu ditentukan melalui pemeriksaan dokter gigi.

3. Apakah abses gigi harus dicabut?

Tidak selalu. Jika sumber infeksi berasal dari dalam gigi dan struktur gigi masih memungkinkan untuk dipertahankan, PSA dapat menjadi pilihan. Namun, jika gigi tidak dapat dipertahankan, dokter mungkin merekomendasikan pencabutan.

4. Apakah antibiotik bisa menghilangkan abses gigi?

Antibiotik tidak selalu diperlukan dan tidak menggantikan tindakan untuk mengatasi sumber infeksi. Dokter gigi akan menentukan apakah antibiotik dibutuhkan berdasarkan kondisi pasien dan tanda penyebaran infeksi.

American Dental Association

+1


5. Apakah abses gigi berbahaya jika tidak terasa sakit?

Ya, abses atau infeksi gigi tetap perlu diperiksa meskipun tidak menimbulkan rasa sakit yang berat. Tingkat nyeri saja tidak cukup untuk menentukan apakah infeksi sudah teratasi atau tidak.

Mayo Clinic

+1


Referensi medis

Artikel ini disusun dengan mengacu pada sumber edukasi dan panduan klinis berikut:

  1. NHS — Dental Abscess
  2. Mayo Clinic — Tooth Abscess: Symptoms and Causes
  3. American Dental Association — Antibiotics for Dental Pain and Swelling
  4. NHS — Toothache