Beranda / Artikel / Tips & Tricks
🦷 Tips & Tricks 22 September 2026 • 3 Menit Baca

Mengapa Menyikat Gigi Saja Berarti Meninggalkan 40% Kuman di Mulut Anda?

Mengapa Menyikat Gigi Saja Berarti Meninggalkan 40% Kuman di Mulut Anda?

Bayangkan Anda mencuci sebuah piring kotor, namun sengaja menyisakan bagian pinggirnya setiap hari. Begitulah analogi jika Anda hanya mengandalkan sikat gigi. Bulu sikat terbaik sekalipun secara fisik tidak didesain untuk menyapu area sempit di antara dua gigi. Padahal, area gelap dan sempit ini adalah tempat favorit biofilm plak (kumpulan koloni bakteri) berkembang biak. Jika dibiarkan selama 24–48 jam, plak yang lunak ini akan menyerap mineral dari air liur dan mengeras menjadi karang gigi (kalkulus) yang tidak bisa disikat lagi.


Satu-satunya kunci memutus siklus ini adalah dengan flossing (benang gigi). Teknik yang benar bukan dengan gerakan menggergaji maju-mundur, melainkan menyelipkan benang secara perlahan, membentuk huruf 'C' melingkari sisi samping gigi, lalu menggesernya naik turun hingga ke bawah batas gusi. Jika gusi Anda berdarah saat pertama kali mencoba flossing, itu biasanya bukan karena benangnya tajam, melainkan tanda bahwa gusi Anda sedang meradang akibat tumpukan plak di sana.


Perdarahan ringan tersebut perlahan akan berhenti seiring dengan rutinnya Anda melakukan flossing. Bersihkan sela gigi Anda setiap malam, dan jadwalkan scaling rutin di Dentalife.Id Surabaya untuk merontokkan karang gigi yang sudah telanjur mengeras.